WarnetPlus Alianet

Pusat Informasi Peluang Kerja & Peluang Usaha

Friday, July 28, 2006

Pengalaman Bisnis Warnet Di Medan

Dari Milis Asosiasi Warnet


Ehem... ikut nimbrung nih... maaf kalo kepanjangan
tapi ini adalah pengalaman pribadi saya sekaligus
respons saya ....

> Bukan hanya bisnis reseller internet /rt-rw net,
juga bisnis warnet, atau
> bisnis apapun juga ...
> Semua bisnis menuntut totalitas dari
penyelenggaranya
> Kemampuan teknis dan organisatoris saja tidak cukup
... masih banyak segi
> /sisi-sisi yang lain ... terutama yang menyangkut
customer relationship

Saya setuju dengan pendapat Pak Yohanes, saya pemilik
warnet di Medan, nekat buka warnet karena gagal bisnis
di pasar valas, eh namanya nekat malah buka di tempat
yang orang bilang nggak bakal bisa untung alias sepi
pengunjung ... yah dijalanin aja karena tempat
warnetnya milik sendiri jadi buat hemat biaya karena
tempat itu harus direnovasi jadi saya anggap impas
dengan sewa. Teman2 banyak ngetawain dan bilang bakal
tutup nggak sampe 3 bulan. Bener juga rasanya, tapi
ada pilihan lain? Tidak ada! Ya terima saja
kondisinya. Untung saya demen main komputer sejak SMA
jadi sudah mahir untuk sekedar bangun jaringan kecil.

Jadi dengan modal sekedarnya saya bangun 10 pc
(hehehe... pentium 133) semua teman ketawa, gimana
hidup dengan komputer jaman kuda begitu? Bandingin
saja warnet saya buka tahun 2001 masih pake Pentium I.
Ada pilihan lain? Tidak ada... yah karena terprovokasi
oleh Pak Onno dan Om Sunggiardi saya nekat lagi... dan
saya berusaha mati2an mengambil hati pelanggan... anak
ABG jadikan teman canda... yang tua ajak cerita sampe
begadang... demi pelanggan.... pokoke singkat cerita
saya jalanin semua ekstra kurikuler mengenai warnet
dan manajemen usaha kecil... "pelanggan itu suka
aneh... kalau dia sudah suka.. terutama ABG maka di
lokasi manapun warnet itu akan didatangi juga"
(Michael Sunggiardi, Seminar Warnet di hotel Novotel
Medan)
Namun akhirnya saya mampu bertahan juga...

Jadi totalitas itu mutlak...
Kemampuan teknis itu saaangat membantu...
Customer relationship? hahaha.... pernah dengar
aplikasi Total Gaet Customer(TGC) ? itu saya lakukan
selalu... sampe sekarang....


> ..., market analysis, supply chain management,
managing human resources dan

Market analysis saya ngaco.... saya hanya modal nekat
doang... nekat dengan kalkulasi yang saya anggap benar
sendiri... menurut teori semuanya rada salah.... tapi
dengan aplikasi TGC saya bisa ajak orang2 datang ke
warnet saya... semua sekolah sekitar saya bagiin
brosur sampe beberapa bulan lamanya dengan operator
saya.... supply chain malah minim... abis pake pc kuno
dan minta teman teknisi kasi kredit service (alias
ngutang) ... akhir bulan baru bayar pake simpanan
warnet...
Managing human resources malah lebih mirip ruangan
kampanye... tiap hari kasi semangat sama operator...
habis sering dapat hanya 40/50 rebu selama beberapa
hari... hahaha... mau nangis ya nggak bisa juga....
"sekiranya anda gagal, ingatlah bahwa peluang untuk
mencoba senantiasa ada" (Billi Lim, cuplikan dari Buku
Berani Gagal")

> tentu saja capital/fund rising ... .... etc

Capital minim... ngutang sama orang tua... (ini
tekanan psikologis terbesar)... pinjem alat2 temen
(teman jadi sering datang untuk memeriksa apa masih
ada atau udah digadai) ... pinjem tenaga teknisi (kasi
1 bungkus rokok ama teman teknisi plus rayu2) ...
pinjem sana sini pokoknya ... sampe sekarang malah ada
yg disimpan buat kenang2an...

> Tentusaja basic skill mutlak diperlukan .......
Kalaupun ini tidak ada,

Pendek cerita: dimulai dengan dasar modal nekat tadi
yang saya artikan "SIAP MENERIMA SEMUANYA" seperti Pak
Yohanes bilang dalam tempo 2 tahun warnet saya
sekarang sudah menjadi Training Center dan sudah
memiliki puluhan murid, plus sudah sering kerjasama
berbagai proyek dengan berbagai perusahaan, plus saya
sudah punya staff 10 orang, plus saya sudah punya
puluhan pentium 3 & 4 yang sering disewa oleh
perusahaan it training "terkemuka" asal jakarta plus
banyak peluang lainnya yang bisa dimanfaatkan...
JADI TAKABUR? Hehehe... tidak juga... warnet saya itu
tetap buka walaupun sempat tutup beberapa saat...
malah kini dengan harga Rp 2500 per jam (kalo nggak
percaya ya nggak apa2)... tapi saya tetap profit...
dan secara kalkulasi warnet saya bisa BEP dalam masa
dibawah 18 bulan... kenapa? hehehe... itu di lain
cerita ...
kalau tertarik mungkin saya akan ceritakan juga....
tapi ini HANYA untuk sarana MOTIVASI, sama seperti
yang saya dapatkan dari milis ini....

> lebih baik taruh modal/uangnya di deposito bank,
suatu bentuk investasi
> yang risknya termasuk rendah (dengan yield/gain yang
rendah pula tentunya -

Yield/gain yang saya dapatkan dari mendirikan warnet
memang rendah bagi sebagian orang... tetapi secara
emosi dan intelektual saya jadi berlimpah karena
pengalaman jadi operator dan pemilik warnet kecil,
kenapa? saya sendiri juga takjub... tapi kini saya
mengerti...

Kini warnet saya masih tetap seperti dulu... hahaha...
percaya tidak? Masih pake pentium 1 yang hanya 133
Mhz.... tetapi sudah pakai AC dan jumlahnya semakin
banyak... berbagai layanan diberikan seperti
perpustakaan, dan berbagai layanan warnet umum
lainnya... dan kini malah bisa memberikan layanan plus
seperti web mail dan lain-lain... malah saya
meletakkan beberapa aplikasi web untuk e-learning di
sana... Beberapa pelanggan korporat saya tidak
menyadari bahwa demo web application yang mereka lihat
itu dipasang di warnet, mereka manggut2 saja... kirain
dihosting di server luar negeri dan jakarta...
hahaha.... intranet? portal? extranet? bahkan web
database! semua saya lahap... mereka pikir kita
content provider... hahaha.

Kini saya tetap mengikuti perkembangan warnet dengan
segala masalahnya... saya tertarik dengan teknologi
RT/RW Net.. buku2 Pak Onno saya beli, artikel Pak
Sunggiardi saya baca sampe beberapa kali, situs idkf
jadi langganan tiap minggu, beberapa hari yang lalu...
saya beranikan bicara dengan konsultan korea di medan
(mitra telkom) tentang pentingnya koneksi murah
internet disambung berbagai tempat di medan dan tidak
hanya untuk perumahan orang kaya dan hotel2 saja...
mereka malah semangat... mereka undang saya untuk
diskusi ... nggak kayak pejabat2 kita... soal ini kita
kesampingkan saja... masalahnya terletak di kitanya,
bukan di mereka...

> kalau deposito Yen, bunganya 0.25% per tahun !!!!!).

Soal bunga, hmm... ini menarik... karena saya
berangkat dari operator sekaligus pemilik warnet kecil
saya agak hati2 tentang bunga dalam bentuk uang, namun
saya ingin membahas bunga bentuk lain ... bunga
pengalaman .... kini bunga pengalaman itu sangat
besar... lebih dari 250% per tahun kalau dibanding
bunga finansial... syukurrr saya ucapkan untuk berkat
yang saya terima sampai sekarang... dan sebagai bentuk
rasa terima kasih saya, 2 kali saya melakukan
kompetisi jagoan internet di kota Medan di tahun 2002,
bekerjasama dengan lebih 50 warnet... hasilnya?
lumayan, usaha saya semakin maju.... walaupun SEPERTI
BIASA banyak yang pesimis... saya tetap nekat
mengenalkan model quiz via internet untuk mencoba
mempopulerkan e-learning dan web examination,
hehehe... telkom sendiri mendukung 1000% walaupun dana
sumbangan hanya 2,5% dari yang diharapkan.... tapi
saya tetap "nekat terkalkulasi" aja...
Dan sampai sekarang rasanya saya lebih dari sekedar
bertahan hidup dengan warnet saya...

> Ingat, no pain - no gain.

Ini kata2 yang sangat berarti buat saya, sehingga saya
mungkin "terlalu banyak" bercerita tentang pengalaman
pribadi. Sudah lebih dari 3 tahun saya mengikuti milis
ini, walaupun saya terus menjadi anggota pasif
(seperti Pak Sunggiardi sebutkan di seminar warnet di
kota medan, wong saya sendirian ngaku ikut milis waktu
itu) saya terus termotivasi oleh Pak Onno, Pak
Suggiardi, Pak Sumaryo.... mungkin mereka tidak
merasakan apa2... tapi saya berterima kasih...
sekarang saya tetap dengan rencana saya, membangun
warnet2 lagi...dilengkapi dengan fasilitas e-learning
(pake flash biar agak cepet diakses dibanding movie
atau yg lain)... laju pendidikan memang terasa lambat
tetapi dampaknya besar... "semakin banyak orang yang
anda bantu, membuat anda semakin kaya" (Robert
Kiyosaki).

Soal RT/RW Net... hehehe... ini malah mau saya buat...
bagi2 akses buat orang sekitar... malah saya mau buat
warnet khusus di dekat asal sekolah saya (habis belon
bisa kasi yang lain)... alternatif selalu ada... RT/RW
net salah satunya... tin can wireless juga bisa...
mana yang pasti bisa? Tidak ada! Nekat aja mencoba...
Gagal sudah ditangan, itu prinsip saya.... kalkulasi
perlu, niat baik mendukung, tetapi ingat...
keberhasilan selalu hanya SATU langkah didepan
kegagalan yang banyak kita perbuat. Siapa yang pernah
langsung bisa berjalan ketika bayi? Atau belajar naik
sepeda langsung bisa ketika sudah makin gede?
Diputusin pacar langsung patah hati abadi? PHK jadi
alasan tidak mau belajar keahlian yang baru? Anda
renungkan sendiri ya.....

Saya malah ingin membagi akses wireless ini dengan
masyarakat sekitar lengkap dengan komputernya...
hehehe... pc bekas sih... tapi yang penting mereka
mampu mengikuti teknologi... content juga saya sedang
buat dengan membuat berbagai e-learning sederhana
untuk anak SMP dan SMU... mimpi buat proyek seperti
ini dengan pemerintah? hahaha.... mending nekat
sendiri.... kini semua semakin mudah... banyak teman2
yg dulu ketawa malah ikutan sekarang.... hmm... saya
sendiri mau buat program bagi hasil dengan staff dan
teman2 untuk setiap warnet yang akan saya buka... Saya
ingin siswa kursus saya bisa akses dari berbagai
warnet di kota Medan.... saya ingin membuat beberapa
kursus gratis untuk karyawan kantor yang ingin mencoba
keahlian baru seperti accounting atau sejenisnya...
saya sudah mencoba intranet di perusahaan saya... dan
saya ingin membaginya ke berbagai sekolah .... kok
bisa? Lha pake LINUX dong.... gratis.... walaupun saya
sendiri menggunakan aplikasi Microsoft asli
berlisensi... berpijak di kedua sisi yang berbeda
(produk LINUX dan produk MICROSOFT) membuat saya
menjadi lebih mengerti.... seperti layaknya memiliki
dua alat yang ..... hahaha.... mending jangan
diterusin nanti jadi berdebat..... yang pasti, saya
membantu dengan sedikit sumbangan untuk pelatihan
LINUX di Universitas Sumatera Utara dengan KPLI Medan.
Malah saya mau nawarin ruangan gratis untuk mereka
workshop di lokasi training saya... kok bisa? bagus
untuk marketing dan juga untuk alasan idealisme....
apakah tau di Medan banyak toko komputer dikerjain
"oknum" karena masalah "lisensi merakit" dan bahkan CD
Driver dari VGA Card pun dianggap illegal....
hahaha... gaptek atau mau cari duit? entahlah... yang
pasti bulan juli nanti (HAKI) momok ini akan
membayangi kota Medan... warnet2 gimana?

Kembali ke masalah tadi, cerita diatas bukan saya
ungkapkan untuk mempromosikan diri atau sejenisnya,
namun lebih untuk memotivasi teman2 yang baru atau
sedang berjuang, atau yang sudah koit sekalipun...
saya sudah MAMPUS di bisnis warnet sampe 2 kali...
pertama kecurian... ambles semuanya.... kedua terpaksa
tutup karena komputer harus dipake jadi komputer
kursus.... tapi kini saya tetap terus membangun....
kenapa? Itu terletak kepada masing2 pihak.... namun
apapun alasannya... bisnis apapun menuntut
pengorbanan... soal berapa banyak itu urusan anda...
soal tahan atau tidak itu urusan anda.... soal yakin
berhasil atau tidak itu pun masih urusan anda... yang
bukan urusan anda adalah pesimisme orang lain... utang
negara... ehh maaf... utang orang lain.... hehehe....

Cerita dan unek2 ini saya dedikasikan buat teman2 di
Medan dan mungkin di seluruh Indonesia yang masih
tetap berjuang hidup dengan koneksi dial-up.... semoga
di masa depan akan ada solusi untuk memecahkan masalah
mahalnya koneksi telepon dan internet....

Thanks....

N.B: Buat pak Sunaryo, thanks buat komentarnya yang
menggugah :
Ada, bapak yang akan memulainya ... :-))
Memulai.... tidak ada kata akhir bukan selama kita
terus memulai... heheheh

18 Comments:

  • At 3:40 PM, Anonymous Anonymous said…

    dari panjang lebar cerita abang saya jadi terharu....
    semoga semangatnya menjadi pejuang TI terus menyala..Amin.

    saya salah satu yang senang ngikutin perkembangan TI khususnya teknologi WIFI.cerita tentang RT?RW Net, saya pernah ngusulin ke temen saya yang punya warnet disekitar Jl. denai untuk jual akses internetnya ke lingkungan sekitar warnet dengan harga murah pake akses wifi, kalau dilihat dari nada bicara temen saya tadi kayaknya sih dia setuju dengan usulan tadi, tapi sampe sekarang kok enggak ada respon lagi. karena setahu saya warnetnya sih masih hidup.

    sekedar info nih buat orang medan, yang mau akses internet gratis melalui hot spot wifi dapat nongkrong disekitar halaman kantor bapedaldasu. syarat harus berpenampilan menarik (alias tidak seperti maling..he..he..he...)

     
  • At 8:41 PM, Blogger PETER-PAN said…

    Saya memang baru pertama kali buka ni alamat............, awalnya saya cuma pengen tau bagaimana tuh bisnis warnet soalnya saya juga termasuk salah satu orang yg mau buka bisnis warnet......., tp kurang modal..he..he.., yang gedenya cuma mmodal nekat.....
    saya skr lagi buth nasehat dr para senior yg udah duluan terjun di bisnis ini..... dan mudah2an suksesnya bisa ketularan dikit.... tlg beri komentar/sarannya ke fiter_yanes@yahoo.com.....,thx's ya

     
  • At 12:16 AM, Blogger zisuka n Nobitza said…

    wah.........pak, pengalaman bapak hampir sama dengan yang saya jalanin sekarang. saya sendiri mempunyai bisnis warnet. yang jadi pemilik sekaligus operator. parahnya lagi saya bukan orang IT, saya seorang sarjana ekonomi. dengan bermodal nekad seperti yang bapak lakukan, warnet saya berdiri walaupun dengan 5 komputer ( 3 komp pentium dua, dan 2 komp pentium tiga ) lebih gilanya lagi saya kerja hampir 16 jam sehari. bener2 gila. tapi itulah sebuah kehidupan uyang harus saya jalani. sampai saat ini 1 juni 2008 hampir 5 bulan , dan saya ngontrak tempat 2 tahun. sangat gila, saya harus kerja selama 2 tahunkayak gini. ok. pak sorry jadi ngelantur.

    buana - denpasar, bali.

     
  • At 12:20 AM, Blogger zisuka n Nobitza said…

    oya, kalo bapak mo share ke saya. email ke : gusbuana@gmail.com

    dan juga kalo ada rekan-rekan bloger lainnya yang pingin ngasi saran atau komentar dengan apa yang saya jalanin sekarang silakan send email ke : gusbuana@gmail.com


    sebelumnya thank untuk semuanya

    buana - denpasar - bali

     
  • At 9:06 PM, Anonymous Anonymous said…

    setuju bang.... kadang-kadang dalam hidup ini kita harus berani untuk ambil resiko,karena dari situlah kita bisa mengatasi segala problem
    saya sekarang juga lagi bikin warnet dengan modal nekat juga nih ngutang sana-sini.. he.he
    sekadar info pc saya ada 17 unuit baru cpu aja sedang monitornya utang lagi pake leasing itu kalau ok kalau nggak?..duh ngutang terus
    tapi saya yakin seyakin-yakinnya kalau usaha yang akan saya jalanin akan berkembang karena saya termotivasi setelah dengar cerita abang

     
  • At 1:19 PM, Blogger freiya said…

    saya juga lagi jalanin usaha warnet nie, kayaknya sama kayak yg laen, buka usaha dengan MODAL NEKAT, hueee...n yg lebih parah saya jg minim bgt soal pengalaman seputar teknologi.
    ada 10 pc pentium 3 di net saya, n udah sekitar 7 bulan saya jalanin. Agak dag dig dug juga belakangan ini soalnya 'kedai' net saya agak sepi dibanding sebelumnya.tolong masukkannya donk dari kawan2 yang udah lebih berpengalaman... =)

     
  • At 8:19 PM, Blogger BUANA said…

    to mas freiya n all

    boss, koneksi, pelayanan dan kelengkapan penunjuang warnet perlu ditingkatkan.

    SUKSES BUAT "BOSS FREIYA n all"

    from - GUSBUANA - denpasar Bali.

     
  • At 2:51 PM, Blogger rahmat said…

    saya mw konsultasi nich bos, mengenai bisnis warnet di medan. Gini bos saya mw buka warnet di sekitar UNIMED, tapi saya masih khawatir dengan software bajakan. saya masih kurang paham apaakah dengan membeli cd windows saja yg legal atau ikut lagi program aplikasinya ya seperti winamp dll. terus bagaiman menghadapi oknum yg memanfaatkan keilegalan sofware kita.
    Trus bagaimana caranya saya bisa jumpa sama bos, ya untuk diskusilah...
    Terima kasih bos....

     
  • At 2:41 PM, Blogger yosi said…

    salut...

     
  • At 4:32 PM, Anonymous Anonymous said…

    dari cerita abang yang pnjang lebar aku jadi terinspirasi,(walau aku sampe ngantuk bacanya)
    dari crita/pengalaman ini banyak org akan terinspirasi.
    aku juga orang medan bang...
    aku juga ada rencana buka warnet di daerah pd.bulan.<(rencana yang dari dulu ga kesampaian)>
    tapi belum mulai aja uda banyak hambatan2 n masukan2 negatif.
    modalnya kuranglah,banyak pesainglah,


    TAPI KITA HARUS OPTIMIS, YA KAN BANG?

    >Btw,abang punya buku berani gagal ya?
    >aku juga punya koq. hehehehehehehe


    kalo mau email,,,
    aku mau dong di emailin,he.he.
    piglet_chicks@yahoo.com

    succes ya bang,,,
    terus semangat..

     
  • At 11:21 PM, Anonymous Anonymous said…

    > Ingat, no pain - no gain.


    setuju.....;
    kita yang menentukan nasib kita..
    jangan pernah mundur...
    tune up u'rs fighting spirit..
    gue yakin loe bakal suksessssss...
    sukses bukan hal instan...
    5,10,15 tahun lagi...???who knows...
    keep fighting...i luv urs spirit...!!!!

     
  • At 11:15 PM, Anonymous Anonymous said…

    Terima kasih pak atas semangatnya, itu meyakinkan saya kembali.

     
  • At 7:16 PM, Blogger myworld said…

    saya minta coment keabang apakah software yang akan kita instalkan kedalam komputer kita sekarang harus semua original dan minta triknya donk untuk menarik pelanggan karna dalam dua atau tiga bulan kedepan saya ada punya rencana nekat dengan adik saya untuk membuka usaha ini, tolong ya bang

     
  • At 12:01 PM, Anonymous Anonymous said…

    mas,,,,, tolongin saya dong,,,,
    saya mau buka warnet,,,,
    tapi belum tau basic2 nya,,,,,
    n then ampe tebuka lha tuh warnet,,,

    anhar
    081370811892

     
  • At 10:29 PM, Blogger salman said…

    mudah-mudahan jadi sukses boss ya
    amiin ya rabballamin

     
  • At 10:30 PM, Blogger salman said…

    mudah-mudahan sllu byk rski yang hlal yang hram lbih baik gak usah,,

     
  • At 10:11 AM, Blogger yong cemenk said…

    wah hebat perjuangannya bang... sini perjalan hidup seorang operator sekaligus pemilik warnet..tadinya saya ingin menutup warnet yang udah 2 tahun saya kelola karena rasa pesimis karena sudah terlalu banyak warnet yg berkembang disekitar usaha saya..tapi dengan membaca blog ini dan pengalaman dari rekan2 sesama pemilik warnet saya merasa terpicu dan terinspirasi untuk mengembangkan usaha warnet lg...thanks bang, atas berbagi pengalamannya..mudah2an usaha kita maju semua asal ada kemauan disitu ada jalan..salam dalam dari saya dedhi dari pasir pengaraian..Riau . n thanks buat yang punya blog ini..

     
  • At 5:05 PM, Anonymous Apin said…

    Berita seputar warnet di medan silahkan walking juga ke http://apin.tk/pemko-medan-dan-dialektika-tentang-warnet.html

     

Post a Comment

<< Home